Dalam sebuah proses produksi selalu ada dan terjadi yang namanya produk gagal atau reject dan biasanya jika perusahaan benar benar paham dan memiliki kehendak kuat untuk memperbaiki maka proses produksi yang menghasilkan produk gagal bisa ditekan.
Dalam satu sisi produk gagal merupakan kerugian perusahaan dan menekan margin keuntungan, oleh karena itu menekan produk gagal sama dengan menaikkan keuntungan produksi.
Lalu bagaimanakah agar produk gagal dapat ditekan? Berikut tips manajemen yang bisa diterapkan untuk menekan tingkat kegagalan produksi:
1. Buatlah suatu standard kerja dalam proses produksi dari awal bahan baku sampai menjadi bahan jadi secara detail dan terencana. Adanya standar atau prosedur kerja dan aturan aturan lainnya yang mengatur proses produksi dari awal sampai akhir akan membuat semua orang yang terlibat dalam proses produksi mengacu pada standard atau prosedur kerja tersebut. Jika perlu buatlah suatu standar manajemen seperti manajemen ISO 9001, atau sejenisnya. Standard kerja ini haruslah dapat diimplementasikan dan dapat dilakukan oleh operator atau orang yang menjalankan proses produksi.
2. SDM yang berkualitas dalam proses penting produksi. Dalam proses produksi selalu ada proses penting yang harus dihandle atau ditangani oleh orang orang yang memang ahli dibidangnya dan bukan sembarang orang. Hal ini memastikan bahwa proses produksi penting tersebut dapat dipastikan berjalan dengan baik dan ditangan yang benar. Untuk proses produksi yang lain dapat diukur dan dianalisa berdasarkan tingkat kerumitan dan keahlian yang diperlukan oleh mesin mesin produksi tersebut. Lebih baik semua orang yang terlibat dalam proses produksi dapat ditakar dan diukur kadar keahliannya.
3. Buatlah suatu Key Performance Indikator (KPI) dalam proses produksi. KPI bertujuan mengukur tingkat kegagalan produksi dan bisa menekan kegagalan tersebut sampai pada margin yang dapat ditoleransi oleh perusahaan. Dengan penerapan KPI maka setiap proses produksi dapat dianalisa dan diukur tingkat keberhasilan dan tingkat kegagalannya, dengan demikian memudahkan pengambil keputusan untuk mengambil langkah langkah kebijakan yang lebih tepat dalam proses produksi.
4. Rawatlah selalu mesin mesin produksi anda setiap waktu dengan jadwal dan aturan yang dibuat sehingga semua mesin mesin produksi dapat memiliki usia produksi yang lebih lama. Termasuk rawatlah juga sumber daya manusia yang menjalankan produksi agar dapat tetap berkerja dengan kinerja yang tinggi.
5. Jika anda mengalami kesulitan, anda dapat menghubungi konsultan kami untuk menjadi konsultan manajemen produksi dan membenahi sistem manajemen di perusahaan anda. Sukses buat anda. Terimakasih

