Bisnis Retail Zaman Now

Suasana Bisnis Retail Zaman Now
Suasana Bisnis Retail Zaman now[© : Big Corp)

Masa lebaran biasanya merupakan masa panen bagi bisnis retail. Retailer atau pengecer seperti pedagang makanan dan minuman, usaha pakaian, pedagang pulsa dan usaha retail lainnya akan meraup banyak uang di periode ini.

Bisnis Retail

Momentum lebaran, didukung oleh daya dorong para konsumen yang memperoleh tambahan pendapatan dari THR (Tunjangan Hari Raya). Selain itu momentum lebaran adalah saat untuk mengeluarkan uang dari tabungan yang ada. Tidak jarang tabungan yang diperoleh selama sebelas bulan bekerja akan dipergunakan untuk merayakan Hari Idul Fitri.

Untuk besaran penjualan bagi para retailer, periode lebaran bisa mencapai 30% persen dari penjualan setahun. Oleh karena itu tahun 2019 uang tunai yang disiapkan oleh Bank Indonesia berkisar Rp 217.1 Triliun. Jumlah ini meningkat 13% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Apakah penjualan yang meningkat tajam akan dialami oleh setiap retailer? Walaupun secara perilaku konsumen indonesia yang mayoritas muslim tidak akan berubah. Tetap mengeluarkan uang banyak pada masa ini , namun akan berbeda untuk setiap jenis bisnis dan para pengecer.

Retailer Zaman now tidak akan lepas dari konteks makro atau kondisi saat ini. Dan salah satu konteks dari tulisan terbaru ini adalah suasana perang dagang amerika dan china. Akibat perang dagang akan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan akan melambat. Laju ekspor dan impor akan menurun. Ini mau tidak mau, juga akan mempengaruhi ekonomi Indonesia. Kondisi demikian ini pada akhirnya akan mempengaruhi persepsi konsumen indonesia.

Namun pengecer Zaman now tidak juga lepas dari era internet ditandai dengan era big data. Konsumen indonesia diperkirakan oleh APJII 171,17 juta mempunyai akses ke internet. Jumlah ini sangat besar, dengan demikian akan mempengaruhi perilaku konsumen indonesia. Dari Internet para konsumen akan menggunakannya untuk mencari informasi mengenai produk atau jasa sampai dengan eksekusi pembelian. Era internet membuat kompetisi semakin menggila sehingga istilah disrupsi menjadi semakin populer.

Zaman Now

Pada era ini, internet membuat konsumen lebih cerdas, produk atau jasa yang dijual akan mudah dibandingkan misalnya soal harga. Konsumen bisa dengan mudah membandingkan dengan produk pesaing.

Disisi lain era internet juga memudahkan konsumen untuk melakukan pembelian online. Pelanggan bisa membeli produk dari luar negeri tanpa harus memikirkan ongkos kirim, seperti pembelian melalui misalnya bisa didapatkan dari aliexpress.

Zaman now yang ditandai dengan era internet, membuat e-commerce semakin massive, B2C (business to consumer) dan B2B (Business to business). Bukan tidak mungkin ada retailer yang tidak bisa mendapatkan penjualan besar atau mencapai 30% dari penjualan setahun, tetapi ada juga yang bisa mendapatkan penjualan besar 30% atau lebih bagi retailer yang sudah beradaptasi dengan dunia internet.

Dimana posisi penjualan bisnis anda pada lebaran kali ini? shifting konsumen sudah terjadi, kalau bisnis anda tidak mendapatkan besaran penjualan yang besar pada masa lebaran, mungkin ini merupakan sinyal kuat bahwa telah terjadi shifting konsumen anda. Mungkin usaha anda perlu lebih beradaptasi dengan era internet.

Image di awal tulisan ini, diambil oleh penulis di Amerika Serikat, retailer di amerika juga saat ini sedang menghadapi 2 tantangan akibat adanya perang dagang Amerika dan China, juga shifting konsumen yang beralih ke online store. Kami Sebagai Konsultan Manajemen bisnis menyarankan kepada yang mengelola Bisnis Retail di Zaman Now, perlu beradaptasi agar bisa survive atau hilang. Bisnis yang relevan bukan yang besar yang bisa bertahan tetapi yang bisa beradaptasi. Untuk itu dibutuhkan culture inovasi perlu senantiasa dipastikan ada dalam organisasi usaha anda.

Demikian tulisan ini, dari sudut pandang kami, sebagai konsultan bisnis.

Salam Sukses Bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *